Thursday, July 16, 2009

Steganografi

Dalam Wikipedia disebutkan bahwa steganografi berasal dari bahasa Yunani yaitu steganos yang artinya adalah penyamaran atau penyembuyian dan graphein yang artinya adalah tulisan. Jadi steganografi dapat diartikan sebagai seni menyamarkan/menyembunyikan pesan tertulis kedalam pesan lainnya.
Dalam gambar berikut saya simpan sebuah pesan yang sudah disembunyikan, jika ada yang berminat untuk menebak saya persilahkan untuk menuliskannya dalam komentar. Selain pesannya, saya juga mengharapkan penjelasan bagaimana anda mendapatkan pesan tersebut.


Kualitas gambar ini sangat jelek padahal file sebelum diupload tidak sejelek ini.

Thursday, June 18, 2009

Single vendor versus multi vendor ditinjau dari System Security

Organisasi atau perusahaan skala besar yang menggunakan teknologi informasi akan dihadapkan pada pilihan single vendor atau multi vendor. Pilihan ini bukanlah hal yang mudah untuk diambil keputusannya. Banyak pertimbangan yang harus dilibatkan dalam memutuskan hal ini; strategis, ekonomis, sumber daya manusia, maupun dari sisi keamanan.
Pada kesempatan ini pembahasan mengenai single vendor versus multi vendor akan dibatasi untuk penggunaan anti virus dalam konteks perusahaan atau organisasi yang mempunyai komputer dengan jumlah sangat besar.
Mcafee saat ini mempunyai peta aktifitas virus di berbagai negara termasuk Indonesia. Meskipun tidak dijelaskan secara lebih terperinci mengenai virus apa saja yang menjangkiti suatu negara tapi hal ini dapat dipastikan bahwa virus-virus yang dimaksud adalah virus-virus yang sudah masuk ke dalam databasenya mereka. Kalau kita lihat dari peta tadi maka Indonesia termasuk negara yang 1-10 komputernya terjangkiti virus setiap minggunya.

Setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan khusus untuk menangkal ancaman dari virus ini dengan membeli anti virus dari vendor luar negeri. Pembelian lisensi anti virus ini dahulu dengan asumsi bahwa dengan anti virus ini semua virus dapat ditangkal. Kebijakan single vendor ini tentu dengan salah satu alasannya adalah keuntungan finansial.
Akan tetapi, seperti kita tahu bahwa saat ini virus-virus yang mengancam komputer-komputer kita bukan hanya oleh virus yang dibuat oleh orang-orang dari luar negeri tapi virus-virus yang dibuat oleh orang-orang lokal. Seperti yang diberitakan oleh virusindonesia.com berikut adalah 10 besar virus lokal :
  1. Conficker
  2. Autoit
  3. Fullhouse
  4. Recycler
  5. Nhatquanglan
  6. Hotum.vbs
  7. Risa
  8. LegendOfAang.vbs
  9. Astuty
  10. Vanpraja
Meskipun virus lokal, bukan berarti tidak menjengkelkan para admin dan teknisi komputer. Justru dengan kelokalan ini juga yang membuat anti virus internasional belum mengenali virus tersebut sehingga tidak mampu menghalau virus-virus lokal. Menunggu datangnya solusi dari vendor anti virus luar negeri untuk menghalau virus lokal tentu membutuhkan waktu sementara proses bisnis perusahaan harus tetap berjalan. Keterlambatan dalam menanggulangi virus dapat berdampak pada meluasnya komputer yang terinfeksi virus dan dapat menyebabkan berhentinya proses bisnis perusahaan. Solusi paling cepat diambil yaitu dengan menggandeng vendor anti virus lokal untuk menyelesaikan masalah ini.
Virus tetaplah virus baik lokal maupun global akan selalu mengancam kelancaran operasi bisnis perusahaan yang berdampak pada kerugian secara material bagi perusahaan. Paradigma single vendor yang lebih banyak memberi keuntungan dari sisi finansial ternyata tidak berlaku jika ditinjau dari sisi keamanan khususnya dalam penggunaan anti virus dalam sebuah perusahaan.